Mengikhtiarkan Ramadhan yang Lebih Baik

/

/

Mengikhtiarkan Ramadhan yang Lebih Baik

ahmad hussein Avatar
Share this…

Mengikhtiarkan Ramadhan yang Lebih Baik

Kajian Ahad oleh Ustadz Nur Ihsan Jundullah, Lc

Ada tiga seorang sahabat nabi yang menganggap ibadahnya nabi terlalu sedikit. Jadi nabi mendengarkan perkataan sahabat ini, kata nabi:

“Ama inni atqakum waaksyaakum lillah”

Artinya: Saya adalah orang yang paling takut dan paling taqwa, karena taqwa dengan takut dua hal yang berbeda.

Taqwa sebenarnya dari kata wiqaya atau proteksi, perlindungan. Orang yang bertaqwa adalah orang yang berhati-hati. Adapun takut terbagi menjadi dua:

1. Khasyah ( karena Segan atau Sungkan).

2. Khauf ( tanpa ada pengagungan dan dan sungkan).

– Surah Al Imran ayat 112 membahas tentang hinanya orang yahudi dan bani Israil kalau mereka tidak punya hablum minallah dan hablum minannas.

Ayat-ayat tentang saum atau puasa dari ayat 183 sampai 187 itu terasa nuansa keseimbangannya.

– Ayat 187 nuansa kebutuhan material dan fisiknya betul-betul kental.

– padahal ayat 183-186 itu nuansa spritualnya betul-betul.

– ayat 183 (tentang saum)

– ayat 184 (tentang fiqihnya)

– ayat 185 (tentang Qur’an nya)

– Ayat 186 (tentang kedekatan Allah dalam doa’)

Jadi orang yang paling bertaqwa bukan orang yang hanya memenuhi kebutuhan spritualnya, dan kemudian mengabaikan kebutuhan biologisnya. Orang bertaqwa adalah orang yang paling seimbang karena islam mengajarkan keseimbangan propesional baik fiddunya Hasanah wafil akhirati Hasanah. Point yang pertama yg di sampaikan adalah:

1. Tentang keseimbangan, tentang wasiah, tentang moderasi dalam memenuhi semua kebutuhan yang sudah Allah titipkan. Baik kebutuhan pribadi ataupun kebutuhan keluarga, baik kebutuhan jasad ataupun kebutuhan ruhiyah dan spritual meskipun dibulan Ramadhan.

– Surah Al Anfal ayat 63 menjelaskan tentang Allah SWT lah yang mempersatukan hati mereka yaitu orang-orang yang beriman.

2. Tentang aktivitas ibadah yang sifatnya ritual. Maknanya proses ibadah dn fikihnya masih tetap sama, hanya mungkin pemaknaannya, internalisasi dari setiap tujuan ibadahnya itu sendiri.Posisi iman diatas Islam dibawah ihsan. Dan islam atau yang kita sebut rukun Islam itu semua ibadah yg melibatkan fisik.

1. Mungkinkah orang bersyahadat cuman di mulut tidak pakai hati dan iman?

– Penjelasan nya di dalam Surah almunafiqun ayat 63

2. Mungkinkah orang shalat tapi tidak pakai hati atau iman?

– dan Allah SWT gambarkan walaupun mereka shalatnya di belakang nabi. Yaitu dijelaskan dalam Surah an-nisa ayat142.

Ada enam makna dari amanu, Enam makna ini berangkat dari enam rukun iman

1. Beriman kepada Allah: makna iman kepada Allah SWT yang paling intinya adalah tentang keikhlasan dan ketulusan.

2. Beriman kepada malaikat: maknanya meyakini bahwa kita selalu di bersamai kemana pun kita pergi.

3. Beriman kepada kitab-kitab: maknanya kedekatan

4. Beriman kepada rasul: maknanya dalam bentuk keteladanan

5.Beriman kepada hari kiamat

6.Beriman kepada qadha dan Qadar: maknanya tujuan

Di posting oleh:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *