Ngaji Ahad: Muhasabah akhir Tahun

/

/

Ngaji Ahad: Muhasabah akhir Tahun

Alvin Tubagus Avatar
Share this…

Kemanakah Engkau Hendak Pergi? “Muhasabah di penghujung tahun”

Ditulis.oleh Ust. Alvin Tubagus dari kajian ahad 14 des 2025 oleh Ust. Ahmad Sururi

Tahun 2025 sudah melambaikan tangan perpisahan kepada kita. Lalu apa saja yang sudah kita lakukan selama satu tahun ini?

Allah Swt berfirman dalam Al-Quran surat Al-Ashar :

وَالْعَصْرِۙ ۝١اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝٣

Artinya : “Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”

Jika mendengar kata rugi, kita membayangkan seseorang yang kehilangan modal awal dalam berbisnis. Setiap hasil yang ia hasilkan dari bisnisnya, selalu minus atau bahkan hanya balik modal.

Pada hakikatnya, uang balik modal yang diterima adalah kerugian juga, karena ia sudah menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya untuk produksi dan transportasi. Lantas, siapa yang dimaksud dengan orang-orang yang merugi pada ayat di atas?

Apa modal kita selaku manusia di dunia ini, supaya kita tidak termasuk golongan tersebut? Modal yang telah diberikan oleh Allah Swt kepada kita adalah “Waktu”.

Setiap manusia memiliki potensi menyia-nyiakan waktu yang ia miliki, usia yang ia habiskan selama 60 tahun hanya untuk kesenangan dunia, bekerja, dan berlalu begitu saja. Hanya orang-orang yang “beriman dan selalu (menyempatkan untuk) beramal sholeh-lah” yang menjadi orang-orang beruntung.

Karena modal kita (waktu) dikonfersikan menjadi nilai mata uang akhirat (pahala) yang akan kita tukarkan dengan keridhoan dan surga-Nya kelak.

Ciri dan sifat orang-orang yang beriman dan beramal sholeh itu senantiasa berhasrat untuk menebar manfaat kepada sesamanya.

Mereka tidak hanya sholeh individual, namun mereka mengajak lingkungan sekitarnya supaya bisa membersamainya dalam beramal sholeh.

Mereka senantiasa “saling menasihati dalam kebenaran”, namun dalam praktiknya, saling menasihati seringkali terjadi konfrontasi dan ketersinggungan dari orang yang menasihati dan orang yang dinasihati, oleh sebab itu,

Allah Swt memberikan sifat kepada orang-orang yang saling menasihati dalam kebaikan itu dengan “saling menasihati dalam kesabaran”, baik bagi penasihat yang harus sabar dalam menasihati, ataupun si penerima nasihat yang harus sabar dan berlapang dada saat dinasihati.

Maka mari kita merenung, apakah satu tahun ini kita telah maksimal melakukan amal sholih?

Sudahkah kita peduli dengan sesama? Apakah iman kita terus bertambah, atau justru berkurang dan menghilang, nauzubillahi min dzalik.

Semoga Allah Swt menerima segala amal sholih kita dan mengampuni segala kealfaan kita selama satu tahun ini. Aamiin YRA.

Di posting oleh:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *